Seberapa Mengerikan Dampak Hepatitis B? Ini Penjelasannya!

Hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak ditakuti masyarakat. Dari sekian banyak tipe hepatitis, hepatitis tipe B dan C merupakan tipe yang termasuk kronis dan sulit untuk diobati dibanding hepatitis tipe A. Lantas sebenarnya bagaimana sih dampak hepatitis B bagi kesehatan? Berikut penjelasannya.

Seberapa Mengerikan Dampak Hepatitis B? Ini Penjelasannya!

Penularan Virus Hepatitis B Tidak Semudah dan Secepat yang Dibayangkan
Kebanyakan orang beranggapan jika penyebaran virus hepatitis B yang tergolong kronis ini lebih cepat dibandingkan penularan HIV AIDS. Virus hepatitis B memang dapat menular melalui darah. Namun anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Sebab tidak semua orang dapat tertular atau terinfeksi virus hepatitis B.

Jadi salah satu hal terpenting yang perlu Anda lakukan agar tidak tertular atau terinfeksi virus hepatitis B adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Cara ini dapat dijadikan sebagai upaya pencegahan yang cukup efektif. Pastikan untuk tidak melakukan hubungan seks bebas, hindari alkohol, dan perbanyak mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.

Banyak Masyarakat Indonesia yang Terserang Hepatitis B
Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) setidaknya ada sekitar 7,2 persen penduduk Indonesia yang terinfeksi virus hepatitis B. Sedangkan untuk hepatitis C sekitar 1 persen dari jumlah tersebut. Drai sekian banyak jumlah penderita hepatitis tersebut hanya ada sekitar 30% penderita hepatitis yang akan berakhir dengan sirosis atau kerusakan hati.

Jadi perlu diingat jika tidak semua penderita hepatitis B akan berakhir dengan kerusakan hati atau sirosis. Sebagian besar dari penderita hepatitis B tersebut hanya akan mengalami penurunan fungsi hati. Bahkan tak sedikit pula yang tidak mengalami masalah sehingga tidak menderita penurunan fungsi hati jika mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Jika kebanyakan orang beranggapan jika dampak hepatitis B akan menyebabkan sirosis dan kerusakan hati, hal ini tidak benar. Mengapa? Sebab orang yang terinfeksi virus hepatitis B atau C belum tentu mengalami kerusakan hati. Dalam beberapa kasus virus tersebut dominan dan hanya aktif jika dibangkitkan dengan kebiasaan tidak sehat yang dapat merusak hati.

Ada Obat yang Mampu Mencegah Memburuknya Penyakit
Memang hepatitis B belum ada obatnya, bahkan mungkin penderitanya harus minum obat jangka panjang atau bahkan seumur hidup. Hal ini tentu bukan masalah, yang terpenting adalah terus mengontrol hatinya agar tidak mengalami kerusakan. Hal yang menjadi masalah adalah banyak orang yang tidak tahu sehingga tidak diobati dan gejalanya semakin memburuk.

Nah, di atas merupakan beberapa penjelasan mengenai dampak hepatitis B. Sebenarnya hepatitis B tidak selalu berujung dengan kerusakan hati atau sirosis jika ditangani dengan tepat. Jadi bagi Anda yang terinfeksi virus hepatitis B, pastikan untuk mulai ubah gaya hidup sehat dan selalu menjaga kesehatan hati agar tidak mengalami kerusakan.

edit